INDRAMAYU — Dalam rangka merayakan pencapaian akademik dan mengembangkan bakat siswa di bidang seni budaya serta olahraga, SMK Negeri KRPL (Keahlian Pertanian Perikanan dan Lebak) Indramayu menyelenggarakan Festival Seni dan Olahraga 2026 yang meriah pada Minggu, 29 Maret 2026, di lapangan utama kampus. Acara yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan berbagai cabang olahraga, pertunjukan seni tradisional dan modern, serta pameran karya seni siswa dari berbagai program keahlian.
Festival berskala besar ini melibatkan lebih dari 1.200 siswa dari seluruh program keahlian yang ada di SMK Negeri KRPL, termasuk Program Agronomi, Perikanan, Mekanisasi Pertanian, Tata Busana, Pariwisata, dan Multimedia. Keikutsertaan lintas kompetensi ini mencerminkan komitmen sekolah dalam mengembangkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai keterampilan vokasi, tetapi juga memiliki kepribadian yang seimbang.
Latar Belakang Penyelenggaraan Festival
SMK Negeri KRPL Indramayu, yang berdiri sejak tahun 1987, telah dikenal sebagai institusi pendidikan kejuruan terkemuka di Jawa Barat. Dengan fasilitas laboratorium modern, lahan pertanian seluas 15 hektar, dan kolam budidaya ikan, sekolah ini terus berinovasi dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan industri.
Kepala Sekolah SMK Negeri KRPL, Drs. Bambang Suryanto, M.Pd., menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival seni dan olahraga ini merupakan bagian integral dari program pengembangan karakter dan kompetensi soft skills siswa. “Kami percaya bahwa pendidikan di SMK tidak hanya sebatas transfer pengetahuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, dan kemampuan berkomunikasi. Melalui festival ini, siswa kami memiliki kesempatan untuk mengekspresikan diri, menunjukkan prestasi, dan membangun kepercayaan diri,” ujar Bambang Suryanto dalam sambutannya di hari pembukaan festival.
Persiapan acara ini dimulai sejak awal Februari 2026 dengan melibatkan komite sekolah, tim guru pembina ekstrakurikuler, dan ketua organisasi siswa intra (OSIM). Panitia penyelenggara telah merancang program yang komprehensif, mulai dari olahraga tradisional dan modern, pertunjukan seni, hingga kompetisi akademik yang berdimensi seni budaya.
Rangkaian Acara Olahraga
Kompetisi olahraga menjadi salah satu puncak dari festival ini. Cabang olahraga yang dipertandingkan mencakup sepak bola, bola voli, bulutangkis, tenis meja, futsal, lompat jauh, lempar cakram, dan renang. Setiap kelas dari berbagai tingkat (X, XI, dan XII) mengirim tim mereka untuk berkompetisi secara sehat dalam mempertahankan prestasi dan kehormatan kelasnya.
Ibu Siti Nurhaliza, M.Pd., selaku Koordinator Olahraga dan Ekskul di SMK Negeri KRPL, mengatakan bahwa antusiasme siswa terhadap kegiatan olahraga sangat tinggi. “Setiap kelas telah melakukan persiapan matang selama berbulan-bulan. Kami juga melibatkan alumni yang berprestasi sebagai juri untuk memberikan penilaian yang objektif dan profesional. Tujuannya adalah agar siswa tidak hanya bersaing, tetapi juga belajar tentang sportivitas dan kerja sama tim,” ungkap Siti Nurhaliza saat diwawancarai pada hari kedua festival.
Cabang olahraga sepak bola diikuti oleh 12 tim yang mewakili kelas-kelas berbeda. Pertandingan dimainkan dengan sistem knock-out di lapangan utama sekolah yang telah dipersiapkan dengan standar kompetisi resmi. Lapangan berukuran 100 x 60 meter ini biasanya digunakan untuk pembelajaran praktik siswa program Agronomi, namun untuk festival kali ini telah direnovasi khusus menjadi arena olahraga profesional.
Dalam cabang bola voli, kompetisi dibagi menjadi kategori putra dan putri. Antusiasme yang ditunjukkan oleh siswa perempuan dalam olahraga bola voli ini menjadi pesan positif tentang kesetaraan gender dalam dunia olahraga. Tim putri SMK Negeri KRPL telah meraih prestasi bergengsi dalam kompetisi tingkat kabupaten, dan festival ini menjadi ajang untuk mempertahankan status mereka.
Pada cabang bulutangkis, lebih dari 80 peserta mendaftar untuk mengikuti pertandingan. Hal ini menunjukkan tingginya minat siswa terhadap olahraga yang memerlukan kelincahan dan konsentrasi tinggi ini. Bulutangkis juga menjadi salah satu cabang olahraga yang telah menghasilkan atlet berprestasi dari SMK Negeri KRPL yang berkompetisi di tingkat nasional.
Kemeriahan Pertunjukan Seni dan Budaya
Selain kompetisi olahraga, festival ini juga menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya yang memukau. Panggung utama yang terletak di pusat lapangan sekolah menjadi saksi berbagai penampilan spektakuler dari siswa SMK Negeri KRPL.
Pertunjukan seni dimulai dengan tarian tradisional Sunda yang ditampilkan oleh siswa program Pariwisata. Mereka menampilkan “Tari Jaipong” dengan kostum tradisional yang indah dan gerakan yang penuh dinamika. Tarian ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi bentuk pelestarian budaya lokal yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Indramayu dan sekitarnya.
Diikuti kemudian dengan pertunjukan “Wayang Kulit” yang dipentaskan oleh klub seni tradisional sekolah. Cerita yang ditampilkan adalah episode dari “Ramayana” yang dikemas dengan dialog modern namun tetap mempertahankan esensi filosofis. Dalang yang memandu pertunjukan adalah Bapak Sukandar, seorang seniman tradisional dari komunitas masyarakat setempat yang secara reguler memberikan pembelajaran kepada siswa.
Pada penampilan modern, siswa program Multimedia menampilkan pertunjukan dance fusion yang memadukan gerakan hip-hop, contemporary, dan elemen musik tradisional. Pertunjukan yang berdurasi 15 menit ini mendapat sambutan meriah dari penonton, mencerminkan kreativitas siswa dalam menghadirkan karya seni yang segar dan kontekstual dengan zaman modern.
“Kami ingin menunjukkan bahwa seni tidak hanya tentang pelestarian masa lalu, tetapi juga tentang inovasi untuk masa depan. Siswa kami belajar bahwa tradisi dan modernitas bisa berjalan beriringan,” jelas Bapak Hendra Wijaya, M.Sn., guru seni budaya sekaligus pembina ekstrakurikuler seni SMK Negeri KRPL.
Penampilan musik live juga menjadi sorotan dalam festival ini. Band sekolah yang terdiri dari siswa dari berbagai kelas memainkan lagu-lagu rock dan pop Indonesia. Orkestra tradisional yang menampilkan alat-alat musik tradisional Sunda seperti suling, angklung, dan kecapi juga turut memeriahkan acara. Siswa-siswa ini telah berlatih intensif selama sebulan sebelum festival berlangsung.
Pameran Karya Seni dan Produk Siswa
Selain pertunjukan langsung, festival juga menampilkan pameran karya seni siswa dalam berbagai medium. Pameran ini mencakup lukisan, batik tulis, patung, kerajinan tangan, serta produk-produk hasil praktik dari program keahlian yang ada.
Pameran kerajinan tangan siswa program Tata Busana menampilkan koleksi busana tradisional dan modern yang dirancang oleh siswa kelas XI dan XII. Desain yang inovatif dan pengerjaan yang rapi mencerminkan keterampilan yang telah dikuasai oleh siswa selama mengikuti pembelajaran praktik di sekolah. Beberapa desain bahkan menggabungkan batik tradisional dengan potongan modern, menciptakan produk fashion yang unik dan berpotensi komersial.
Program Agronomi menampilkan berbagai hasil pertanian organik, mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga tanaman herbal yang diproduksi di lahan praktik sekolah. Pameran ini tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga mengedukasi pengunjung tentang pentingnya pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Siswa secara aktif menjelaskan teknik budidaya yang mereka gunakan kepada para pengunjung pameran.
Pameran dari program Perikanan menampilkan berbagai jenis ikan hias yang dibudidayakan di fasilitas budidaya sekolah, serta produk olahan ikan yang telah dikembangkan oleh siswa. Inovasi terbaru yang ditampilkan adalah pengembangan pakan ikan yang terbuat dari limbah pertanian, sebagai bentuk penerapan ekonomi sirkular.
Karya-karya seni plastis dari siswa program Multimedia juga ditampilkan dalam bentuk digital art, fotografi, dan video pendek yang menampilkan isu-isu sosial budaya yang relevan dengan kehidupan remaja. Satu video karya siswa kelas XII berjudul “Jejak Tradisi di Era Digital” telah memenangkan berbagai penghargaan dalam festival film pelajar tingkat kabupaten.
Dampak dan Manfaat Bagi Pengembangan Siswa
Dampak positif dari penyelenggaraan festival seni dan olahraga ini sangat terasa bagi perkembangan siswa SMK Negeri KRPL. Secara akademik, kegiatan ini memperkuat pembelajaran soft skills yang tidak bisa diperoleh hanya melalui pembelajaran di kelas formal. Siswa belajar tentang manajemen waktu, kepemimpinan, kerja sama tim, dan public speaking.
Bapak Sutrisno, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menjelaskan manfaat jangka panjang dari acara semacam ini: “Festival ini adalah investasi kami dalam mengembangkan karakter siswa. Ketika mereka terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan acara berskala besar seperti ini, mereka belajar tanggung jawab, dedikasi, dan cara menghadapi tantangan. Semua ini akan menjadi bekal berharga ketika mereka memasuki dunia kerja nanti,” ujarnya.
Dari perspektif pembinaan bakat, festival ini juga menjadi ajang identifikasi siswa-siswa yang memiliki potensi luar biasa di bidang olahraga dan seni. Beberapa siswa yang tampil menonjol akan difasilitasi untuk mengikuti pelatihan intensif dan kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Dampak sosial juga tidak kalah penting. Kehadiran masyarakat sekitar yang datang menonton festival menunjukkan antusiasme publik terhadap kegiatan sekolah. Hal ini memperkuat hubungan baik antara SMK Negeri KRPL dengan komunitas lokal Indramayu.
Prestasi dan Pengakuan Sekolah
Prestasi SMK Negeri KRPL dalam bidang seni dan olahraga telah diakui di berbagai tingkatan. Dalam dua tahun terakhir, sekolah ini telah meraih medali emas dalam kompetisi olahraga tingkat kabupaten (bola voli putri), serta penghargaan dalam festival seni budaya tingkat provinsi. Pengakuan ini memotivasi sekolah untuk terus mengembangkan program pembinaan olahraga dan seni yang lebih terstruktur.
Penutup
Festival Seni dan Olahraga 2026 di SMK Negeri KRPL Indramayu telah berhasil menampilkan sisi lain dari sebuah institusi pendidikan kejuruan yang biasanya dikenal dengan fokus pada pendidikan teknis. Acara yang berlangsung selama dua hari ini membuktikan bahwa siswa-siswa SMK Negeri KRPL memiliki potensi yang luar biasa tidak hanya di bidang vokasi, tetapi juga dalam seni dan olahraga.
Perpaduan antara pembinaan keterampilan teknis, pengembangan karakter, dan ekspresi seni serta olahraga menciptakan generasi muda yang seimbang dan siap menghadapi tantangan masa depan. SMK Negeri KRPL dengan demikian terus menegaskan visinya sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan berkompeten, berkarakter, dan berwawasan luas.
Kepala Sekolah Bambang Suryanto menutup acara dengan optimisme: “Festival ini adalah bukti nyata bahwa SMK Negeri KRPL tidak hanya menghasilkan tenaga kerja terampil, tetapi juga individu-individu yang kreatif, sportif, dan memiliki kepedulian sosial. Kami berkomitmen untuk terus mengadakan acara serupa setiap tahun dan semakin meningkatkan kualitasnya. Dukungan dari pemerintah daerah, komite sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat adalah kunci kesuksesan kami,” katanya.
Dengan berakhirnya festival pada Minggu sore tanggal 29 Maret 2026, SMK Negeri KRPL telah membuktikan bahwa visi pendidikannya untuk menciptakan generasi muda yang utuh dan berdaya bukannya sekadar slogan, melainkan sebuah komitmen nyata yang terus diwujudkan melalui berbagai inisiatif dan program pengembangan siswa yang terukur dan berkelanjutan.
—
Penulis: Redaksi Kampus
Sumber: Wawancara langsung dengan pihak kampus SMK Negeri KRPL Indramayu
Foto: Dokumentasi panitia Festival Seni dan Olahraga 2026