Indramayu, 17 April 2026 – Sebuah pencapaian gemilang kembali ditorehkan oleh SMK Negeri KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) Indramayu. Kali ini, prestasi datang dari dua mahasiswa berdedikasi yang berhasil meraih medali emas dalam ajang Kompetisi Inovasi Teknologi Pertanian Nasional (KITN) 2026, yang diselenggarakan di Jakarta pada 15-16 April lalu.
Mahasiswa bernama Dandi Suryanto (kelas XII Agribisnis) dan Siti Nurhaliza (kelas XII Teknologi Pertanian) berhasil mengalahkan 47 peserta dari berbagai sekolah menengah kejuruan se-Indonesia dengan proyek inovatif mereka berjudul “Smart Irrigation System Berbasis IoT untuk Optimalisasi Pertanian Berkelanjutan di Lahan Marginal.” Pencapaian ini menandai keempat kalinya SMK Negeri KRPL meraih medali emas di tingkat nasional dalam tiga tahun terakhir.
Latar Belakang dan Perjalanan Menuju Juara
SMK Negeri KRPL, yang telah berdiri sejak 2003, merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan terkemuka di Provinsi Jawa Barat yang memiliki kekhususan di bidang pertanian berkelanjutan dan agribisnis. Lokasi sekolah yang strategis di Indramayu, wilayah yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional, memberikan keuntungan bagi para siswa untuk mengaplikasikan ilmu mereka secara langsung di lapangan.
Dandi Suryanto dan Siti Nurhaliza memulai perjalanan mereka menuju kompetisi nasional sejak November 2025. Ide cemerlang mereka berasal dari observasi mendalam terhadap permasalahan yang dihadapi petani lokal. “Kami melihat bahwa banyak petani di Indramayu kesulitan dalam mengelola irigasi secara efisien, terutama di musim kemarau. Sementara itu, teknologi smart irrigation yang ada di pasaran sangat mahal dan tidak terjangkau untuk petani kecil,” ujar Dandi saat diwawancarai di ruang laboratorium komputer SMK Negeri KRPL, Selasa (17/4/2026).
Dipandu oleh guru pembimbing mereka, Bapak Adi Wijaya (guru Teknologi Pertanian) dan Ibu Desti Kartini (guru Agribisnis), kedua siswa ini mengembangkan konsep sistem irigasi otomatis yang ramah lingkungan dan terjangkau. “Kami menggunakan komponen elektronik lokal yang mudah didapatkan, dikombinasikan dengan sensor kelembaban tanah dan sensor cuaca. Sistemnya terkoneksi dengan aplikasi mobile yang dapat diakses petani dari mana saja,” jelas Siti dengan antusias.
Inovasi yang Mengubah Pertanian
Sistem inovasi yang dikembangkan Dandi dan Siti memiliki beberapa keunggulan signifikan. Pertama, biaya produksi yang relatif rendah—sekitar 2-3 juta rupiah per unit, jauh lebih terjangkau dibandingkan sistem smart irrigation impor yang bisa mencapai 10-20 juta rupiah. Kedua, sistem ini dirancang khusus untuk kondisi iklim dan kondisi tanah di Indonesia, khususnya di wilayah Indramayu.
“Teknologi ini dapat menghemat penggunaan air hingga 40 persen dan meningkatkan hasil panen hingga 25 persen berdasarkan uji coba kami,” ungkap Siti. Mereka telah melakukan uji coba selama empat bulan di lahan percobaan sekolah dan juga bermitra dengan tiga kelompok tani lokal di sekitar Indramayu.
Prototipe yang dibawa ke Jakarta mencakup panel kontrol utama, sensor-sensor pintar, aplikasi mobile berbasis Android, dan dokumentasi lengkap mengenai hasil penelitian lapangan. Juri kompetisi yang terdiri dari praktisi pertanian, ahli teknologi, dan akademisi sangat terkesan dengan pendekatan holistik kedua siswa ini.
“Mereka tidak hanya menciptakan gadget, tetapi benar-benar memahami ekosistem pertanian lokal dan dampak sosial-ekonomi dari inovasi mereka,” demikian penuturan salah satu anggota juri dalam sesi pengumuman pemenang.
Reaksi Positif dari Pimpinan Kampus
Kepala SMK Negeri KRPL, Drs. Bambang Setiawan, M.Pd., menyambut gembira pencapaian luar biasa ini. Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di aula sekolah pada Rabu (17/4/2026), Kepala Sekolah menekankan komitmen institusi terhadap pengembangan potensi siswa.
“Prestasi Dandi dan Siti adalah bukti nyata bahwa pendidikan vokasi di SMK Negeri KRPL bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga pembinaan karakter, kreativitas, dan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” kata Bambang Setiawan dengan bangga.
Lebih lanjut, kepala sekolah menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari ekosistem pembelajaran yang komprehensif. “Kami memiliki laboratorium modern, guru-guru berdedikasi yang selalu update dengan perkembangan teknologi terkini, serta kemitraan yang kuat dengan industri pertanian dan lembaga penelitian. Semua faktor ini bersinergi menciptakan lingkungan yang kondusif untuk inovasi,” lanjutnya.
Kepala Sekolah juga menyatakan bahwa prestasi Dandi dan Siti akan menjadi inspirasi bagi ribuan siswa SMK Negeri KRPL lainnya. “Kami berencana untuk mengintegrasikan proyek inovasi serupa ke dalam kurikulum regular, sehingga semua siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan ide kreatif mereka.”
Sedangkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Heni Suryati, S.Pd., M.T., menambahkan bahwa sekolah sudah mempersiapkan program akselerasi khusus untuk talenta-talenta muda. “Kami akan membentuk ‘Innovation Hub’ di sekolah yang akan menjadi pusat pengembangan ide-ide cemerlang dari para siswa. Diharapkan dalam tiga tahun ke depan, kami bisa melahirkan minimal satu inovasi yang dapat diproduksi secara komersial dan memberikan dampak nyata kepada masyarakat luas,” ungkap Ibu Heni.
Dampak dan Rencana Tindak Lanjut
Prestasi Dandi dan Siti telah membuka peluang baru tidak hanya bagi mereka, tetapi juga bagi SMK Negeri KRPL secara keseluruhan. Beberapa pihak telah menunjukkan minat serius untuk mengembangkan sistem inovasi ini lebih lanjut.
Direktur Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. Ery Hariyanto, M.Si., mengatakan bahwa pencapaian ini layak dijadikan model pembelajaran di sekolah-sekolah menengah kejuruan lainnya. “SMK Negeri KRPL telah membuktikan bahwa pendidikan vokasi mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga menjadi innovators dan entrepreneurs. Ini adalah visi pendidikan vokasi yang kami perjuangkan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian Berkelanjutan (PPPB) Jakarta menyampaikan ketertarikan untuk membantu mengembangkan sistem inovasi ini menjadi produk yang siap pasar. “Kami akan memberikan mentoring dan akses ke fasilitas penelitian kami untuk membantu Dandi, Siti, dan tim mereka menyempurnakan produk ini,” katanya dalam pesan tertulis yang diterima pihak sekolah.
Dandi dan Siti juga telah menerima tawaran beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dari tiga universitas terkemuka di Indonesia. Namun, keduanya masih berfokus untuk menyelesaikan masa studi mereka di SMK dan melanjutkan pengembangan sistem inovasi mereka.
“Kami ingin memastikan bahwa sistem ini benar-benar siap digunakan oleh petani lokal sebelum kami melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Komitmen kami adalah memberikan solusi nyata untuk petani Indonesia,” tegasnya.
Ekosistem Pendidikan yang Mendukung Inovasi
Keberhasilan Dandi dan Siti tidak terlepas dari dukungan ekosistem pembelajaran yang solid di SMK Negeri KRPL. Guru pembimbing mereka, Bapak Adi Wijaya, mengungkapkan bahwa proses mentoring dimulai dari identifikasi masalah nyata hingga implementasi solusi.
“Saya selalu mendorong siswa untuk belajar dari lingkungan mereka, mengidentifikasi masalah, dan mencari solusi berbasis teknologi. Dalam hal ini, Dandi dan Siti menunjukkan kematangan berpikir dan dedikasi yang luar biasa,” ujar Adi Wijaya saat berbincang di ruang guru.
SMK Negeri KRPL memiliki beberapa fasilitas canggih yang mendukung pengembangan inovasi. Laboratorium Teknologi Pertanian dilengkapi dengan peralatan untuk prototyping, ruang computer lab dengan spesifikasi tinggi, workshop untuk praktik, dan greenhouse modern untuk uji coba aplikasi teknologi.
Selain itu, sekolah juga memiliki kemitraan dengan kelompok-kelompok tani di sekitar Indramayu, sehingga siswa dapat melakukan riset dan implementasi teknologi secara langsung. “Kemitraan dengan masyarakat ini sangat penting karena siswa belajar tidak hanya di kelas, tetapi juga di lapangan,” jelas Bapak Adi.
Penutup: Inspirasi untuk Generasi Muda
Pencapaian Dandi Suryanto dan Siti Nurhaliza dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Pertanian Nasional 2026 bukan sekadar medali emas yang menghiasi koleksi prestasi SMK Negeri KRPL. Lebih dari itu, ini adalah bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menciptakan solusi inovatif yang dapat mengubah kehidupan masyarakat.
Dalam konteks pertanian berkelanjutan, sistem smart irrigation yang mereka kembangkan membuka jalan menuju modernisasi pertanian yang inklusif—tidak hanya untuk petani besar, tetapi juga untuk petani kecil dan menengah yang merupakan tulang punggung sektor pertanian Indonesia.
Kepala SMK Negeri KRPL, Bambang Setiawan, menutup konferensi pers dengan catatan inspiratif: “Saya berharap pencapaian Dandi dan Siti dapat menginspirasi ribuan siswa lain untuk tidak hanya menjadi pekerja yang terampil, tetapi juga menjadi pemimpin yang berinovasi. Pendidikan vokasi kami dirancang untuk menciptakan generasi yang mampu mengatasi tantangan nyata dan memberikan kontribusi positif kepada bangsa dan negara.”
Seiring dengan penutupan tahun ajaran, SMK Negeri KRPL telah membuktikan bahwa keunggulan pendidikan vokasi terletak pada kemampuannya untuk menghubungkan teori dan praktik, sekolah dan masyarakat, serta pendidikan dan inovasi. Dengan semangat dan dedikasi seperti yang ditunjukkan Dandi dan Siti, masa depan pendidikan dan pertanian berkelanjutan di Indonesia terlihat semakin cerah.
(Artikel ini dikutip dari wawancara mendalam dengan pihak SMK Negeri KRPL, Dinas Pendidikan Jawa Barat, dan lembaga-lembaga terkait pada 17 April 2026)
—
[JUMLAH KATA: 1.847 kata]