Inovasi Pertanian Berkelanjutan SMK Negeri KRPL: Dosen dan Mahasiswa Kembangkan Teknologi Hidroponik Hemat Air di Indramayu

INDRAMAYU — Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kawasan Pertanian Pangan Lestari (SMK Negeri KRPL) di Indramayu terus membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang inovatif. Pada Rabu, 03 April 2026, kampus ini meluncurkan hasil penelitian terbaru dari kolaborasi antara dosen dan mahasiswa yang menghadirkan solusi pertanian berkelanjutan melalui teknologi hidroponik hemat air.

Penelitian berjudul “Pengembangan Sistem Hidroponik Deep Water Culture (DWC) dengan Sensor IoT untuk Optimalisasi Produksi Sayuran Organik di Daerah Rawan Kekeringan” ini merupakan terobosan signifikan dalam konteks ketahanan pangan nasional, khususnya untuk wilayah Indramayu yang secara geografis menghadapi tantangan ketersediaan air tawar yang terbatas.

Latar Belakang Penelitian: Tantangan Air dan Ketahanan Pangan

Indramayu, sebagai salah satu kabupaten dengan potensi pertanian tinggi di Jawa Barat, menghadapi paradoks yang ironis. Meskipun dikenal sebagai daerah penghasil padi dan menjadi lumbung pangan nasional, Indramayu secara bertahap mengalami krisis air bersih dan masalah salinitas tanah yang mengancam keberlanjutan pertanian konvensional. Perubahan iklim global dan pengurangan debit air tanah semakin memperparah situasi ini.

“Kami melihat peluang di tengah tantangan ini,” ungkap Dr. Bambang Sutrisno, Kepala Program Studi Agribisnis SMK Negeri KRPL, dalam wawancara eksklusif pada Kamis, 04 April 2026. “Sebagai sekolah kejuruan yang berbasis pada kawasan pertanian, kami merasa bertanggung jawab untuk mengembangkan solusi praktis yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat petani.”

Penelitian ini dimulai sejak Januari 2025 dengan melibatkan 23 mahasiswa dari berbagai tingkatan dan lima dosen pembimbing dari Jurusan Agribisnis, Teknologi Pertanian, dan Teknik Elektronika. Tim peneliti percaya bahwa teknologi hidroponik bukan lagi sesuatu yang eksklusif dan mahal, melainkan dapat disesuaikan menjadi sistem yang terjangkau dan efisien bagi petani skala kecil hingga menengah.

Inovasi Teknologi: Sistem Hidroponik DWC Terintegrasi IoT

Sistem yang dikembangkan SMK Negeri KRPL merupakan modifikasi cerdas dari teknologi hidroponik Deep Water Culture (DWC) standar. Keunikan penelitian ini terletak pada integrasi Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pemantauan real-time terhadap kondisi tanaman dan lingkungan tumbuh.

“Sistem kami menggunakan sensor khusus untuk memonitor pH air, konsentrasi nutrisi (EC), suhu, kelembaban, dan kadar oksigen terlarut,” jelaskan Yuni Purwanti, mahasiswa tingkat III Jurusan Agribisnis yang menjadi ketua peneliti lapangan. “Semua data ini dikirim ke aplikasi mobile yang dapat diakses petani dari mana saja, sehingga mereka dapat melakukan penyesuaian secara otomatis tanpa harus terus-menerus berada di lokasi.”

Aspek hemat air menjadi fokus utama inovasi ini. Penelitian menunjukkan bahwa sistem hidroponik DWC dengan sensor IoT mampu mengurangi penggunaan air hingga 90 persen dibandingkan pertanian konvensional. Siklus air yang tertutup dan terintegrasi memungkinkan daur ulang yang efisien, sementara sistem nutrisi presisi mencegah pemborosan pupuk.

“Dalam uji coba kami selama delapan bulan, sistem ini berhasil memproduksi selada, bayam, dan kangkung dengan hasil panen yang stabil, bahkan melampaui target awal,” tambah Yuni dengan antusias. “Yang lebih penting, konsumsi air turun drastis dari rata-rata 1.500 liter per meter persegi per musim tanam menjadi hanya 150 liter.”

Proses Penelitian dan Metodologi Ilmiah

Tim peneliti menerapkan metodologi yang ketat dan terukur. Penelitian dibagi menjadi tiga fase: perancangan sistem, konstruksi prototipe, dan pengujian lapangan selama enam bulan di lahan demonstrasi SMK Negeri KRPL yang terletak di Desa Cikedung, Indramayu.

Fase perancangan melibatkan analisis mendalam terhadap kebutuhan petani lokal melalui survei dan focus group discussion. Tim teknis kemudian merancang blueprint sistem dengan mempertimbangkan budget terjangkau, menggunakan material yang mudah didapat, dan prinsip DIY (Do It Yourself) sehingga petani dapat merakit atau merenovasi sistem sendiri.

“Kami sengaja menggunakan material lokal dan tidak mengharuskan teknologi premium yang tidak tersedia di pasar Indramayu,” terang Drs. Hendra Wijaya, dosen Teknik Elektronika SMK Negeri KRPL dan pembimbing teknis proyek. “Misalnya, untuk sensor, kami menggunakan Arduino dan sensor-sensor yang harganya terjangkau. Total biaya pembangunan satu unit sistem DWC ukuran 2×4 meter hanya sekitar Rp 3,5 juta, termasuk sensor dan sistem kontrol.”

Fase konstruksi melibatkan koordinasi antara mahasiswa dari Jurusan Teknik Pertanian untuk pembuatan struktur fisik dan Jurusan Teknik Elektronika untuk perakitan sistem sensor dan pemrograman aplikasi. Sinergi ini menciptakan learning by doing yang sangat berharga bagi mahasiswa.

Fase pengujian lapangan dilakukan dengan protokol saintifik yang ketat. Tim membandingkan hasil panen antara sistem hidroponik IoT yang dikembangkan dengan sistem hidroponik tradisional (tanpa sensor), sistem hidroponik DWC manual, dan pertanian konvensional dengan irigasi tetes. Setiap variable dipantau secara konsisten dengan interval pengamatan setiap tiga hari.

Hasil Penelitian: Produktivitas Meningkat, Biaya Operasional Turun

Data hasil penelitian menunjukkan pencapaian yang mengesankan. Dalam periode pengujian delapan bulan dengan tiga kali musim tanam, sistem hidroponik DWC IoT menghasilkan:

1. Peningkatan produktivitas hingga 35 persen dibandingkan pertanian konvensional, dengan hasil panen selada mencapai 25 ton per hektar per tahun.

2. Pengurangan penggunaan air sebesar 90 persen, menghemat lebih dari 1.350 liter air per meter persegi per tahun.

3. Penurunan biaya operasional 40 persen karena efisiensi penggunaan nutrisi dan pengurangan tenaga kerja untuk pemantauan manual.

4. Produk berkualitas organik tanpa pestisida sintetis, membuka peluang premium pricing di pasar.

5. Cycle time yang lebih cepat, dengan hasil panen sayuran daun mencapai 35-40 hari dari tanam hingga panen, lebih cepat dari sistem konvensional.

“Hasil ini bukan hanya angka statistik, melainkan bukti nyata bahwa inovasi kecil dapat membuat perbedaan signifikan,” ujar Dr. Bambang Sutrisno dengan bangga. “Kami telah membuktikan bahwa teknologi maju tidak harus mahal atau rumit. Sistem kami sederhana, efisien, dan dapat diadopsi oleh petani biasa.”

Dampak Sosial dan Ekonomi untuk Masyarakat Indramayu

Kepala SMK Negeri KRPL, Drs. Slamet Riyadi, M.Pd., menekankan bahwa penelitian ini tidak hanya bermanfaat secara akademis tetapi juga memiliki relevansi sosial yang tinggi. “SMK sebagai lembaga pendidikan vokasi memiliki misi langsung kepada masyarakat. Penelitian ini adalah bentuk tanggung jawab sosial kampus untuk memberikan solusi nyata terhadap masalah yang dihadapi petani Indramayu,” katanya dalam pernyataan resmi pada acara peluncuran.

Saat ini, tim peneliti telah menyiapkan paket transfer teknologi yang dapat diakses oleh kelompok tani. Mereka merencanakan pelatihan gratis untuk 50 kelompok tani di Indramayu dalam enam bulan ke depan. Selain itu, hasil penelitian akan dipublikasikan dalam jurnal nasional dan internasional untuk memperluas jangkauan pengetahuan.

“Kami juga berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem ini dengan feedback dari praktisi lapangan,” tambah Drs. Hendra Wijaya. “Misalnya, kami sedang mengeksplorasi integrasi dengan sistem pembayaran digital dan pemasaran online untuk membantu petani mendapatkan harga jual yang lebih baik.”

Potensi ekonomi dari inovasi ini sangat besar. Dengan asumsi adopsi teknologi oleh 1.000 petani di Indramayu dengan lahan masing-masing 0,5 hektar, diperkirakan akan terjadi peningkatan produktivitas senilai Rp 15 miliar per tahun dan penghematan air sebanyak 675 juta liter per tahun.

Pengakuan dan Apresiasi Institusional

Penelitian ini telah mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Pada Maret 2026, tim peneliti menerima pendanaan lanjutan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebesar Rp 200 juta untuk pengembangan fase berikutnya. Selain itu, penelitian ini juga menarik perhatian industri pertanian dan startup teknologi agritech nasional.

“Kami melihat potensi komersial yang besar dari sistem ini,” ungkap Bambang Suryanto, Founder PT AgroTech Indonesia yang tertarik untuk melakukan skala-up produksi. “SMK Negeri KRPL telah menciptakan sesuatu yang market-ready dan mudah diadopsi. Kami ingin berkolaborasi untuk membawa inovasi ini ke petani di seluruh Indonesia.”

Keberlanjutan dan Rencana Pengembangan Ke Depan

Tim peneliti merencanakan pengembangan sistem lebih lanjut dengan fokus pada:

1. Diversifikasi tanaman — Saat ini sistem berfokus pada sayuran daun. Ke depan akan dikembangkan untuk buah-buahan dan sayuran berbuah seperti tomat dan paprika.

2. Skalabilitas sistem — Menciptakan modul yang dapat dikustomisasi sesuai ukuran lahan dan kapasitas modal petani.

3. Integrasi AI dan machine learning — Mengembangkan algoritma prediktif untuk optimalisasi lebih lanjut dan deteksi dini penyakit tanaman.

4. Pengurangan jejak karbon — Mengintegrasikan panel surya untuk kebutuhan energi sistem, menjadikannya sepenuhnya berkelanjutan.

“Visi kami adalah membuat sistem ini menjadi standar baru dalam pertanian berkelanjutan di Indonesia,” kata Dr. Bambang Sutrisno. “SMK Negeri KRPL tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga mencetak inovator yang mampu menyelesaikan masalah nyata masyarakat.”

Penutup: Komitmen Pendidikan Vokasi untuk Masa Depan

Peluncuran penelitian “Sistem Hidroponik DWC dengan Sensor IoT” oleh SMK Negeri KRPL pada 03 April 2026 menandai momentum penting dalam perjalanan pendidikan vokasi Indonesia. Ini membuktikan bahwa sekolah menengah kejuruan, yang sering dianggap “tingkat dua” dalam sistem pendidikan, mampu menghasilkan inovasi teknologi yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan sektor swasta, SMK Negeri KRPL terus memposisikan diri sebagai pusat inovasi pertanian berkelanjutan. Mahasiswa dan dosen yang terlibat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan praktis dan teoritikal, ketika bersinergi dengan misi sosial, dapat menghasilkan sesuatu yang truly transformatif.

Indramayu, sebagai daerah yang bergantung pada pertanian, kini memiliki harapan baru untuk menghadapi tantangan air dan ketahanan pangan. Dan SMK Negeri KRPL telah membuktikan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, melainkan institusi perubahan sosial yang nyata.

Penulis: Tim Redaksi Berita Kampus
Tanggal Publikasi: 04 April 2026
Lokasi: Indramayu, Jawa Barat

(Artikel ini merupakan dokumentasi hasil penelitian kampus yang dibuat untuk kepentingan informasi publik)

More From Author

SMK Negeri KRPL Indramayu Meluncurkan Program Pembelajaran Berbasis Industri 4.0, Siapkan Siswa Hadapi Tantangan Dunia Kerja Modern

SMK Negeri KRPL Perluas Program Beasiswa dan Bantuan Pendidikan untuk 500 Siswa Berprestasi dan Kurang Mampu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Support Team


kampusbandung
kampusbanjar
kampusbatam
kampusbekasi
kampusbogor
kampuscirebon
kampusdepok
kampusjakarta
kampusmakassar
kampusmalang
kampusmedan
kampuspalembang
kampussemarang
kampusserang
kampussolo
kampussurabaya
kampussurakarta
kampustasikmalaya
kampusyogyakarta
bandungzoo
tangkasjaya
vitamin33
ilmupolitikumw
teknikmesinumw
fakultaspeternakanumw
fakultasvokasiumw
fakultasfisipmandala
fakultaskeguruanumw
fakultassastraumw
fakultasarsitekturumw
fakultaskomputerumw
fakultasbiologiumw
fakultasfarmasiumw
fakultasekonomiumw
fakultasteknikumw
kehutananumw
administrasiumw
medikaumw
internasionalumw
cyberumw
elektromandala
farmasimandala
pendidikanmandala
kimiaumw
lpmuumw
statistikauumw
arsitekturumw
kedokteranumw
vokasiumw
sainsumw
pertanianumw
engineeringumw
lppmumw
analisumw
elektroumw
medisumw
pascaumw
prodisehatumw
cloudumw
arsipmandala
kepegawaianumw
puncakumw
unggulmandalawaluya
integritasumw
sinergiumw
mandiriumw
wawasanumw
mediatamaumw
infokampusumw
katalisumw
nukarangampel
smknukmpel
smknukrngpl
nahdlatulsmknu
smknkarangampel
smkkaranmpelnu
smknuampel
nusmkkarangampel
smknukrpl
karangampelnu
karangnusmk
abdimandalawaluya
aksesumw
aksimumandalawaluya
aktivisumw
alumniumwkendari
aspirasimandalawaluya
asramamandalawaluya
atletumw
bangunmandalawaluya
beritaumwkendari
bitmandalawaluya
cakrawalamandalawaluya
cendekiamandalawaluya
ceritamandalawaluya
citraumwkendari
cybermandalawaluya
daftarumwkendari
datamandalawaluya
dataumw
eventumw
exploreumw
globalmandalawaluya
hibahumw
hibahumwkendari
identitasmandalawaluya
ilmumandalawaluya
inovasimandalawaluya
inovasiumwkendari
jaringumwkendari
jejaringmandalawaluya
jemariumwkendari
kabarmandalawaluya
karirmandalawaluya
karyamandalawaluya
katalogumw
konselingumwkendari
kreatifmandalawaluya
layananumw
legalmandalawaluya
lpmmandala
mandalawaluyadigital
mandalawaluyahub
mediandalawaluya
mitramandalawaluya
mutumandalawaluya
narasimandalawaluya
ormawamandalawaluya
panduanumw
pelajarumw
penerbitmandalawaluya
portalmandalawaluya
prestaisumw
prodimandalawaluya
pustakamandalawaluya
pustakaumwkendari
ruangmandalawaluya
ruangumw
scimumw
sentramandalawaluya
sentraumw
servermandalawaluya
siberumwkendari
sinergimandalawaluya
smartumwkendari
studyumw
suaramandalawaluya
suaraumw
talentamandalawaluya
techumw
teknoumw
updateumw
virtualumw
visitumw
vokasiumwkendari
wifiumwkendari
homesmkkaplongan
sklkaplongan
kaplongansmk
smkkaplongan
smknu
helpdeskumw
mitraumw
prestasiumw
kolegiumumw
labumw
elearningumw
ejournalumw
galeriumw
repoumw
pmbumw
seminarumw
beasiswaumw
keuanganumw
citraumw
digilibmandala
elearningmandala
globalumw
insanumw
onlineumw
portalmandala
smartumw
sobatumw
analiskesehatanumw
asramauumwkendari
lpmuumwkendari
lppmumwkendari
manajemenmandala
pengabdianumw
beasiswauumw
biomandala
fibumw
fkumw
fpuumw
jurnalilmiahumw
labterpaduumw
lpmlmandala
pascasarjanaumw
pendidikumw
penelitianumw
perikananumw
pustakaumw
sosiologimandala
uptmandala
agroteknologiumw
bisnisdigitalumw
humaskampusumw
ilmupemerintahanumw
klinikkampusumw
perencanaanumw
saranaumw
teknikindustriumw
teknologipanganumw
pusatbahasaumw
doceumw
pblumw
ilmukelautanumw
karirmahasiswaumw
sisumw
informasibeasiswauumw
kampusumwkambu
kearsipanumw
kampusumwbaruga
sisteminformasiakadumw
kampusumwpoasia
ilmukomunikasiumw
giziubumw
agribisnismumw
tekniksipilmandalawaluya
teknikelektroumw
analiskesehatanmandalawaluya
laboratoriummandalawaluya
mabaumw
stafumw
beasiswamandala
kuliahumw
pelatihanmandala
pmbmandala
karirmandala
agendaumw
agroumw
akreditasiumw
alumnimandala
arsipumw
asetumw
asramaumw
auditumw
aulauwm
beritamandala
daftarmandala
dosenumw
e-journalmandala
edomumw
emailumw
fikesumw
himaumw
humasumw
infomandala
jurnalmandala
kabarmandala
kabarumw
kemahasiswaanmandala
kendariumw
kknumw
komunikasiumw
laboratoriumumw
legalumw
lmsumw
lpmumw
magangumw
mahasiswaumw
mapalaumw
mipaumw
mutuumw
perpusumw
ppgumw
pressumw
psikologiumw
pusatmandala
pusatumw
puskomumw
radioumw
rektoratumw
himaumw
sastraumw
sdmumw
sipegumw
sipilumw
sistermandala
ukmumw
uktumw
wismaumw
wisudaumw
yudisiumumw
bidanunimus
febunimus
fkmunimus
fkunimus
nersunimus
kampusmandala
lpsmumw
statistikumw